Sunday, November 2, 2014

Distribusi Dalam Perspektif Ekonomi Syariah 1


Konsep utama distribusi dalam ekonomi syariah yang membedakannya dengan ekonomi konvensional adalah mengenai masalah kelangkaan. Dalam pandangan konvensional, sumberdaya yang kita miliki, yang tersedia di alam ini bersifat terbatas atau langka. Setiap pengambilan keputusan dikaitkan dengan pemenuhan kebutuhan yang tak terbatas dengan sumberdaya yang terbatas (konsep kelangkaan). Namun, tak demikian halnya dengan ekonomi syariah.


Sistem ekonomi yang dikatakan sebagai jalan alternatif ini memiliki pandangan yang berbeda. Perspektif tersebut menjelaskan bahwa sumberdaya itu tak terbatas, asalkan distribusinya tepat, yaitu terjadi pemerataan yang semakin mempersempit kesenjangan diantara masyarakat. Misalnya, ikan yang dalam satu kali bertelur ia menghasilkan ratusan telur ikan. Pohon pisang yang memiliki calon buah baru saat buah pisang hampir masak, yang berada di bagian bawah pohon. Satu bibit padi yang dapat menumbuhkan banyak gabah dalam satu pohon. Serta hasil bumi berupa minyak yang memiliki banyak sekali titik sumbernya di berbagai daerah di Indonesia. Hal tersebut membuktikan adanya kekayaan alam yang sangat besar di muka bumi ini. Hanya saja, bagaimana hasil alam yang melimpah dapat didistribusikan dengan baik di masyarakat.

Jika ditinjau lebih dalam, distribusi yang ideal merupakan perputaran harta kekayaan yang tidak hanya dirasakan oleh segelintir orang (kaum elit). Setiap bagian dari tingkat masyarakat dapat merasakan kesejahteraan karena adanya perputaran tersebut. Sehingga, tak ada lagi grafik segitiga yang mengkerucut keatas yang merupakan penggambaran atas sedikit masyarakat dunia yang memegang presentase besar dari total kekayaan dan banyak masyarakat yang memegang presentase kecilnya.

Mungkin, yang diharapkan adalah grafik segitiga dengan kerucut ke arah bawah yang dapat menunjukkan tingkat kesejahteraan tinggi dapat dirasakan oleh banyak orang.
  

No comments:

Post a Comment