Sunday, November 2, 2014

Distribusi dalam Perspektif Ekonomi Syariah 2

Distribusi dalam islam berarti pembagian harta yang tidak hanya terkumpul pada kaum elit, tapi harta tersebut harus dapat berputar dalam bentuk dakwah, sosial, dan ekonomi (bisnis) agar kesenjangan antara kaya-miskin semakin kecil. Sehingga kesejahteraan bagi masyarkat dapat tercapai.

Anak-anak yang terkena marasmus (kelaparan-busung lapar), tempat tinggal sebagian masyarakat yang tak layak huni karena berada di pinggir rel kereta, bantaran kali maupun di bawah jembatan layang, pengangguran para sarjana, distribusi listrik yang belum menyeluruh, tawuran yang terjadi antar sekolah, orang-orang miskin yang tak bisa menghirup pendidikan karena batasan biaya adalah fenomena yang terjadi di sekitar kita. Namun, disisi lain hal yang terjadi kaum elit yang memiliki mobil mewah lebih dari kebutuhannya, membeli tas yang berharaga belasan juta rupiah, dan hewan peliharaan yang dikenakan aksesoris dari emas.

Kesenjangan tersebut terjadi karena mekanisme distribusi yang tidak tepat, sehingga timbulah ketimpangan dan ketidakadilan sosial di masyarakat. Distribusi dalam ekonomi syariah menghadirkan keadilan yang merata dan objektif pada masing-masing individu.

Pertanyaan besar yang utama adalah bukankah apa yang mereka dapatkan sesuai dengan proporsi dari keahlian dan tingkat pendidikan yang mereka miliki ? Lantas, apakah kita hanya membiarkan kesenjangan ini terus terjadi sejalannya waktu, terus menggerogoti perekonomian indonesia ? Apakah tujuan dari harta yang kita dapatkan hanya sebagai pemuas berbagai kebutuhan kita ?

Just feel with your heart deeply! Hidup dengan keahlian dan pendidikan yang rendah memang disetarakan dengan pendapatan yang rendah pula. Namun, adakalanya, sesuatu yang salah dapat menjadi benar manakala kita dapat menjadi subjek untuk membenahinya. Oleh sebab itu, dengan kita mampu memperbaiki kualitas pendidikan banyak orang kelak, berarti kita telah menjadi subjek yang mampu memperbaiki kualitas hidup orang lain.

Secara garis besar, distribusi memiliki tiga lingkup tujuan utama
  1. Distribusi untuk Dakwah
  2. Distribusi untuk Sosial
  3. Distribusi dalam Ekonomi
Distribusi untuk dakwah bersifat taqqamulliyah (universal) dan syumuliyah (menyeluruh), yang berarti melakukan segala mecam pendisrtibusian harta yang kita miliki dalam rangka dakwah islamiyah. Tujuan dari distribusi untuk dakwah dapat dipersempit lagi menjadi
  • Hifzuddin (menjaga agama kita)
  • Menyebarkan Islam
  • Menghilangkan kemusyirakan yang ada di masyarakat
  • Menyediakan fasilitas dakwah
  • Mengembangkan kualitas dan fasilitas pendidikan
Distribusi untuk sosial memiliki tujuan untuk
  • Memenuhi kebutuhan kelompok yang membutuhkan (fakir dan miskin)
  • Menguatkan cinta dan kasih sayang di antar manusia dalam kelompok masyarakat
  • Mengurangi kebencian
Distribusi dalam ekonomi juga menjadi bagian yang tak dapat terpisahkan. Karena dalam teori ekonomi mikro, tanpa modal, maka tiada pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu, pentingnya hal ini bertujuan untuk
  • Merealisasikan kesejahteraan manusia
  • Penyerapan tenaga kerja dengan membuka lapangan pekerjaan (investasi harta ke arah peningkatan produktivitas)
  • Pembersihan dan pengembangan harta

No comments:

Post a Comment